Fri. Dec 6th, 2019

Undangan Peliputan Aksi KAMPUS (Kesatuan Aksi Pemuda dan Mahasiswa Untuk Sejahtera) Jilid 1

2 min read

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua, semoga Tuhan Yang Maha Esa Senantiasa melindungi kita serta melipahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Aamiin

Bersih-bersih BUMN dari Korupsi adalah salah satu tanggungjawab dari Erick Thohir sebagai Menteri BUMN yang baru dalam Kabinet Indonesia Maju. Korupsi merupakan tindak pidana kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang harus diberantas dengan cara-cara yang luar biasa (extraordinary measure).

Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani kembali tidak memenuhi panggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi belasan proyek infrastruktur. Desi disebut baru akan memenuhi panggilan KPK sebagai saksi.

Desi rencananya dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka Fathor Rachman. Desi dipanggil dalam kapasitas sebagai eks Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Pemanggilan kali ini merupakan panggilan ketiga untuk Desi setelah absen 2 kali absen pada 28 Oktober 2019 dan 11 November 2019. KPK juga pernah menggeledah rumah Desi.

KPK sebelumnya juga mengirimkan surat ke Menteri BUMN Erick Thohir terkait dengan ketidakhadiran Desi Arryani dalam panggilan KPK tersebut. Merespons surat KPK, Erick Thohir melalui staf khususnya, Arya Sinulingga, meminta Desi memenuhi panggilan KPK.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan dua tersangka, yakni Fathor Rachman dan Yuly Ariandi Siregar, Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya (Persero) Tbk periode 2010-2014.

Fathor dan Yuly ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menunjuk sejumlah perusahaan subkontraktor untuk menggarap pekerjaan fiktif. Perusahaan yang ditunjuk itu diduga tidak melakukan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam kontrak.

Perusahaan itu kemudian tetap mendapatkan pembayaran dari PT Waskita Karya. Uang tersebut kemudian dikembalikan empat perusahaan subkontraktor itu kepada dua tersangka tersebut. Atas perbuatan mereka, negara diduga mengalami kerugian Rp 186 miliar.

Setidaknya ada empat belas proyek infrastruktur yang terkait kasus ini. Antara lain proyek Bandara Kualanamu, proyek Tol JORR seksi W1, Proyek Normalisasi Kali Pesanggrahan Paket 1, Jakarta, dan proyek PLTA Genyem, Papua.

Berangkat dari realita di atas maka kami yang tergabung dalam KAMPUS(Kesatuan Aksi Pemuda dan Mahasiswa Untuk Sejahtera) akan melakukan aksi unjuk rasa pada :

Hari/Tgl. : Selasa , 26 November 2019
Waktu. : 13.00 s/d Selesai
Titik Aksi. : Kantor KPK dan BUMN
Estimasi Massa: 100 Orang
Alat Peraga. : Mobil Sound,Spanduk Dan Ban Bekas

Tuntutan:

  1. Mendesak KPK untuk Segera Tetapkan status Hukum Desi Arryani Sebagi TERSANGKA dalam perkara terindikasi kuat KORUPSI ketika menjadi Kepala Divisi III PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
  2. Mendesak Desi Arryani Mundur Dari PT Jasa Marga Dengan Jabatan Sebagai Dirut Utama Karena Diduga Kuat Terlibat Dalam kasus KORUPSI di PT Waskita Karya .
  3. Mendesak Presiden RI dan Erick Tohir Menteri BUMN untuk mencopot Desi Arryani sebagai Direktur Utama JASA MARGA karena diduga Masih tersandung kasus Hukum, Agar BUMN Bersih dari Oknum-Oknum yang mengrogoti Negara.

Demikianlah Surat Pemberitahuan Ini Kami Sampaikan Atas Perhatian Dan Kerjasamanya Kami Ucapkan Terimakasih.

Categories

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.