Fri. Dec 6th, 2019

Masyarakat Penegak Demokrasi (MPD); Mengutuk Bom Bunuh Diri di Medan

1 min read

Kejadian bom bunuh diri di markas polisi medan adalah bentuk gerakan yang terstruktur dari gerakan radikalisme. Koordinator Presidium MPD Mat Peci mengatakan; “gerakan tersebut bukan pengalihan isu tapi itu adalah bentuk gerakan transnasional yang anti terhadap keutuhan NKRI dan menolak negara demokrasi, ucapnya di kantor MPD Rawamangun Jakarta Timur,

Kami atas nama masyarakat penegak demokrasi ini sangat menyayangkan kejadian bom bunuh diri di markas penegak negara, artinya bahwa perlunya himbauan secara Nasional kalau negara kita hari dalam kondisi gerakan anti demokrasi terhadap pemahaman Teologi maut maupun doktrin-doktrin agama yang sifatnya subjektif.

Mat Peci juga menyarankan; kejadian bom bunuh diri tersebut adalah keteledoran pihak keamanan intelejen, karena kejadian tersebut bukan soal mencurigai masyarakat tapi lebih kepada memberikan narasi-narasi pemahaman agama secara Universal di kampus-kampus,

Khususnya bagi para pemuda dan mahasiswa, karena gerakan radikalisme yang terjadi di negara kita hari ini lebih kepada kurangnya narasi ke-agamaan dan kebangsaan yang senafas dengan ideologi negara kita.

Di kantor sekertariat MPD selama dua pekan bersama presidium dan pengurus, kami rutin mendiskusi soal gerakan radikalisme dan berharap kepada para penegak hukum untuk secara intens melakukan sosialisasi bahwa gerakan bunuh diri di medan itu adalah pukulan terbesar bagi para inteljen negara, ujar Mat Peci di Markas MPD Jakarta timur. (*)

Categories

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.