Fri. Dec 6th, 2019

Korps Mahasiswa GPII depok, desak Pemkot depok Cabut IMB Margo Hotel karena diskriminasi Siswi yang Mau PKL

2 min read

Depok—Ramainya pemberitaan terhadap penolakkan siswi untuk melepas hijab saat melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di hotel Margo, Depok, beberapa waktu yang lalu menuai beragam reaksi dari masyarakat.

Seperti diketahui, ada dua orang pelajar asal Kota Depok ditolak pihak managemen The Margo Hotel saat mengajukan surat permohonan PKL akhir Oktober 2019.

Kronologis kejadian yakni penolakan yang terjadi oleh Managemen The Margo Hotel disebabkan karena dua pelajar tersebut tidak mau melepas hijabnya. Hal itu dikatakan Teti Endrawati (36), warga Kecamatan Sawangan, BiBi SA dari Siswi yang di tolak untuk PKL di Hotel Margo.

Menanggapi penolakan siswi yang hendak melakukan PKL oleh pihak manajemen hotel, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) kota Depok angkat bicara.

“Pelaranggaran siswi untuk PKL ini merupakan bentuk diskriminasi dan HAM. Pihak Hotel Margo sangat tidak bijak dalam hal ini,” tegas Ketua Umum GPII kota Depok, Denni Wahyudi, saat wawancara singkat via telp dengan wartawan, Kamis (28/11).

Pria yang akrab disapa Bung Denni menambahkan Hotel Margo ini sebenarnya juga track recordnya tidak lurus-lurus amat, tahun 2015 manangement Hotel Margo bermasalah terkait dengan Amdal dan Izin IMB yang di keluarkan Pemkot depok.

Deni mengatakan peristiwa penolakan ini dia ketahui dari salah seorang warga bernama Teti Endrawari. “Seperti cerita ibu Teti kepada saya, kronologi perihal ditolaknya sang Seperti diketahui, dua orang pelajar asal Kota Depok ditolak pihak managemen The Margo Hotel saat mengajukan surat permohonan PKL akhir Oktober 2019. Penolakan oleh Managemen The Margo Hotel disebabkan karena dua pelajar tersebut tidak mau melepas hijabnya,” jelasnya.

Kejadian ini, menurut Deni, bermula saat keponakan Teti melakukan survei ke The Margo Hotel untuk mengajukan PKL. Jadi peraturannya setiap yang bekerja tidak boleh menggunakan hijab.

Saat itu, kata Deni menirukan penjelasan Teti, dia langsung menemui salah satu staf yang bekerja di dapur dan menanyakan kebijakan hotel yang melarang karyawannya menggunakan hijab. Dia sempat kaget akan jawaban yang didapat. “Pihak hotel membenarkan bahwa larangan penggunaan hijab oleh setiap karyawati The Margo Hotel benar adanya,” katanya.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan kesepakatan Asosiasi Pengusaha Hotel Internasional. Ia menambahkan sempat bertanya apakah kebijakan tersebut dapat diubah, namun pihak hotel hanya bisa mengubah kebijakan sesuai dengan petunjuk Kementerian Pariwisata.

Kritikan juga datang dari Koprmahasiswa GPII. Haris Nasution selaku Ketua Umum Korpmahasiswa GPII kota Depok sangat geram mengetahui diskrimasi siswi yang di tolak, alasannya hanya karena peraturan yang tidak mengikat.

“Harusnya management hotel margo bisa mengkodisikan. Toh, Hotel-hotel yang lain masih bisa menerima siswi PKL tanpa diskriminasi,” tukasnya.

Melihat kejadian ini, lanjut Haris, Koprma GPII Depok dan segenap Mahasiswa depok akan menyampaikan Aksi di depan umum insyaallah 2 Desember 2019 Kami akan turun kejalan dengan membawa tuntutan.

“Pertama, Mendesak Segera walikota depok mencabut IMB Margo Hotel karena terindikasi diskriminasi kepada agama tertentu dengan melarang PKL siswi berhijab. Kedua, Mendesak Pihak Management Margo hotel untuk klarifikasi sepihak dan memperbaiki kesalahan terhadap prosedur pelarangan Siswi PKL berhijab,” tutup Haris.

Categories

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.