Thu. Nov 14th, 2019

Google Map kembali Hina Provinsi Aceh, Ini Penjelasan Pegiat SEA Studies UI

2 min read

Jakarta – Selesai permasalahan terkait polemik Google Translate yang menghina Masyarakat AcehBulan Lalu terkait Terjemah kotor. Kali ini Google kembali berulah dengan aplikasi Google Map nya dengan menampilkan Foto Porno (Bugil) di dalam tampilan Gambar Terkait penelusuran “Peta Aceh”. Terlihat Pencarian ” Banda Aceh” dan ” Peta Aceh” Pria Bugil bergaya Selfie di dua tempat berbeda.

Pegiat Kajian Wilayah Asia Tenggara, Muhammad Ichsan Mengatakan itu sebagai propaganda murahan untuk memojokkan Aceh sebagai wilayah berstatus Syariah Islam di Indonesia.

” beberapa tahun ini Aceh sebagai sasaran bahan “bullyan”, mulai dari kebijakan hukum cambuk, SARA, hingga kita menelusuri terkait penghinaan melalui peta wilayah “. Ujar Pemuda Asal Lhokseumawe tersebut.

Alumni Pendidikan Sejarah Unsyiah tersebut mengutip teori Karya klasik Laswell, Propaganda Technique in the World War ( 1927), menghadirkan sebuah definisi mengenai propaganda : “ kata itu mengacu semata-mata pada kendali atas pendapat dengan menggunakan simbol-simbol yang signifikan atau mengatakan secara konkret dan tidak terlampau akurat, dengan menghadirkan kisah, rumor, laporan, gambar dan bentuk-bentuk komunikasi sosial lainnya”(hal.9). Laswell (1937) memberi definisi yang agak berbeda sepuluh tahun kemudian : “ Propaganda dalam arti yang seluas-luasnya adalah teknik memengaruhi tindakan manusia dengan cara memanipulasi atau melakukan representasi. Representasi ini bisa melalui kata-kata ujaran, tulisan, gambar atau bentuk-bentuk musikal “ (hal 521-522).

Mahasiswa Pascasarjana Kajian Wilayah Asia tenggara UI itu turut mengutip laman media online Thoughtco. com terkait propaganda melalui media peta. https://www.thoughtco.com/propaganda-maps-overview-1435683
(Mercator) Propaganda Maps. Selama Perang Dingin, peta dibuat untuk memperbesar ancaman Uni Soviet dan komunisme. Sifat berulang dalam peta propaganda adalah kemampuan untuk menggambarkan daerah tertentu sebagai besar dan mengancam, dan daerah lain sebagai kecil dan terancam. Banyak peta Perang Dingin meningkatkan ukuran Uni Soviet, yang memperbesar ancaman pengaruh komunisme. Ini terjadi di peta berjudul Communist Contagion, yang diterbitkan dalam Time Magazine edisi 1946. Dengan mewarnai Uni Soviet dengan warna merah terang, peta itu semakin meningkatkan pesan bahwa komunisme menyebar seperti penyakit. Pembuat peta memanfaatkan proyeksi peta yang menyesatkan untuk keuntungan mereka dalam Perang Dingin juga. Proyeksi Mercator, yang mendistorsi wilayah daratan, membesar-besarkan ukuran Uni Soviet. (Situs web proyeksi peta ini menunjukkan berbagai proyeksi dan pengaruhnya terhadap penggambaran USSR dan sekutunya).

Sampai saat ini Google belum mengkonfirmasi terkait kesalahan tersebut yang menimbulkan kembali polemik. (****)

Penulis :

Muhammad Ichsan, S.Pd
Kajian Asia Tenggara, FIB UI

Categories

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.